Sinergi Bawaslu Jembrana dan Kesbangpol, Konsolidasi Demokrasi Terus Digerakkan
|
Jembrana - Bawaslu Kabupaten Jembrana menggelar Konsolidasi Demokrasi dengan Kebangpol Kabupaten Jembrana, Rabu (28/1/2026), sebagai bagian dari sinergi antar lembaga pasca tahapan Pemilu dan Pilkada. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi pengawasan sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Ketua Bawaslu Jembrana, Made Widiastra, mengapresiasi dukungan seluruh stakeholder yang telah membantu kelancaran Pemilu dan Pilkada, meski Bawaslu memiliki keterbatasan sumber daya.
“Kolaborasi menjadi kunci. Berkat dukungan semua pihak, Pemilu dan Pilkada di Jembrana dapat berjalan aman dan sukses,” ujarnya.
Anggota Bawaslu Jembrana, Agung Bagus Wirahadi, menyampaikan bahwa Bawaslu Jembrana rutin melaksanakan konsolidasi demokrasi sesuai Instruksi Bawaslu RI Nomor 2. Pasca Pemilu, Bawaslu juga menandatangani MoU dengan sejumlah SMA untuk membangun pengawasan partisipatif sejak dini, khususnya bagi pemilih pemula. Ia menegaskan pentingnya pendidikan demokrasi di tengah tantangan seperti politik uang, politisasi SARA, dan hoaks. “Kami ingin masyarakat memiliki literasi demokrasi yang kuat dan berani terlibat aktif dalam pengawasan,” jelasnya.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Jembrana menyambut baik langkah tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antar lembaga. Menurutnya, kolaborasi Bawaslu, KPU, dan Kesbangpol akan membuat pesan-pesan demokrasi lebih efektif dan mudah dipahami masyarakat.
Kesbangpol Jembrana juga menyatakan kesiapan mengintegrasikan MoU Bawaslu dengan sekolah-sekolah ke dalam program pendidikan demokrasi. Berdasarkan Indeks Demokrasi Indonesia, Kabupaten Jembrana mencatat capaian 71,17% pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya. Melalui audiensi ini, seluruh pihak sepakat bahwa sinergi lintas stakeholder menjadi kunci mewujudkan demokrasi yang berkualitas, demi Pemilu dan Pilkada yang aman, damai, dan bermartabat di Kabupaten Jembrana.
Humas Bawaslu Jembrana