Sinergi Demokrasi Bawaslu Jembrana–Banjar Tengah: Cegah Pelanggaran, Perkuat Partisipasi Publik
|
Jembrana – Bawaslu Kabupaten Jembrana bersama Pemerintah Kelurahan Banjar Tengah menggelar Konsolidasi Demokrasi sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan partisipatif dan mencegah potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan, khususnya praktik politik uang dan penyalahgunaan isu SARA, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara Bawaslu, pemerintah kelurahan, dan unsur masyarakat untuk membahas kondisi faktual demokrasi di Kelurahan Banjar Tengah. Hasil diskusi menunjukkan adanya perkembangan positif, di mana praktik politik uang dinilai semakin menurun dibandingkan periode pemilu sebelumnya.
Meningkatnya kesadaran politik masyarakat, ditopang peran aktif pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat, menjadi faktor penting dalam membangun demokrasi yang bersih dan berintegritas. Meski demikian, potensi praktik sporadis menjelang hari pemungutan suara tetap menjadi perhatian bersama, sehingga upaya pencegahan berkelanjutan dinilai sangat penting.
Dari sisi isu SARA, kondisi sosial kemasyarakatan Banjar Tengah dinilai sangat kondusif. Tingginya toleransi antar kelompok masyarakat menjadi modal sosial kuat dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial selama proses demokrasi berlangsung.
Selain penguatan pengawasan, konsolidasi demokrasi ini juga menegaskan pentingnya pemutakhiran data pemilih. Bawaslu Jembrana mendorong keterlibatan aktif Pemerintah Kelurahan Banjar Tengah dalam koordinasi kegiatan lapangan, khususnya terkait pembaruan data pemilih permanen, seperti pemilih meninggal dunia, perubahan status akibat pensiun, serta pemilih yang pindah memilih.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Jembrana dalam membangun demokrasi yang jujur, bersih, dan partisipatif berbasis kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Humas Bawaslu Jembrana