Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Jembrana Bahas Dinamika Demokrasi dan Isu Strategis Kepemiluan
|
Jembrana, Anggota Bawaslu Kabupaten Jembrana Pande Made Ady Muliawan melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama TA Bupati Jembrana Bidang Sosial dan Budaya, Eko Rahman pada Selasa (31/3/2026). Pertemuan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan perkembangan demokrasi dan kepemiluan di daerah.
Beberapa topik utama menjadi perhatian bersama, salah satunya terkait dinamika penyelenggaraan Pemilu pasca putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal. Diskusi menyoroti pentingnya kesiapan regulasi serta pemahaman masyarakat terhadap perubahan sistem kepemiluan ke depan.
Selain itu, peserta juga membahas perkembangan isu sosial yang berpotensi memengaruhi stabilitas demokrasi, termasuk munculnya polarisasi politik dan isu SARA yang perlu diantisipasi melalui pendekatan edukatif dan penguatan literasi demokrasi di masyarakat.
Budaya politik uang yang masih menjadi tantangan dalam setiap pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan turut menjadi perhatian. Diskusi menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kesadaran publik guna menciptakan proses demokrasi yang berintegritas.
Isu netralitas aparatur negara juga menjadi pembahasan, meliputi ASN, TNI/Polri, serta aparatur desa yang kerap menjadi objek kepentingan politik menjelang kontestasi elektoral. Upaya penguatan pemahaman mengenai prinsip netralitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Selain itu, perkembangan regulasi kepemiluan turut disoroti, khususnya pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang saat ini masih dalam proses di DPR RI Komisi II.
Melalui konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Jembrana berharap dialog dan pertukaran pandangan antar pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas di Kabupaten Jembrana.
Humas Bawaslu Jembrana