Dari Desa Yehembang, Demokrasi Tumbuh dari Kesadaran Masyarakat
|
Jembrana - Demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Menjaga pilihan, menghormati perbedaan, serta memastikan proses politik berlangsung jujur dan adil merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Kabupaten Jembrana bersama Pemerintah Desa Yehembang, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggali kondisi demokrasi di tingkat desa pasca-Pemilu sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi yang perlu menjadi perhatian bersama.
Anggota Bawaslu Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Agung Bagus Wirahadi, S.H., menggali sejumlah hal, di antaranya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih, netralitas perangkat desa, serta potensi isu SARA dan politik uang. Konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat pengawasan partisipatif dan membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga proses demokrasi.
Kepala Desa Yehembang I Made Semadi menyampaikan bahwa kondisi demokrasi di wilayahnya berjalan dengan baik. Netralitas perangkat desa tetap dijaga dengan tidak terlibat dalam politik praktis. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih juga dinilai baik. Selain itu, dalam pelaksanaan Pemilu di Desa Yehembang tidak ditemukan isu SARA maupun praktik politik uang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada aturan dan penyelenggara Pemilu, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjaga prosesnya. Perbedaan pilihan politik tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan. Dari desa, demokrasi dapat tumbuh melalui partisipasi, sikap saling menghormati, dan komitmen bersama untuk menjaga Pemilu yang jujur dan adil.
Humas Bawaslu Jembrana