Bawaslu Jembrana dan Kemenag Perkuat Sinergi Cegah Politisasi SARA Jelang Pemilu 2029
|
Jembrana - Bawaslu Kabupaten Jembrana terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas demokrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Made Widiastra, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, I Gusti Komang Budi Santika di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pascapenyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 sekaligus persiapan menghadapi Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Dalam pertemuan tersebut, Made Widiastra menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif selama tahapan Pemilu dan Pemilihan 2024. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan demokrasi yang berkualitas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses kepemiluan.
Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah potensi politisasi SARA di tengah masyarakat yang majemuk. Meski Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Jembrana berlangsung kondusif, kedua lembaga sepakat bahwa kewaspadaan terhadap politik identitas, ujaran kebencian, provokasi, dan disinformasi, khususnya melalui media sosial, perlu terus diperkuat sebagai langkah pencegahan.
I Gusti Komang Budi Santika, menegaskan bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui peran tokoh agama, penyuluh agama, satuan pendidikan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama terus mendorong penguatan nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan serta mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan isu suku, agama, ras, dan antargolongan sebagai alat kepentingan politik.
Menutup kegiatan, Bawaslu dan Kementerian Agama sepakat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, media massa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan guna meningkatkan literasi politik, literasi digital, serta deteksi dini terhadap potensi konflik sosial. Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana juga mengajak jajaran Kementerian Agama untuk terus menjaga netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bersama-sama mendukung penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, damai, dan berintegritas.
Humas Bawaslu Jembrana