Lompat ke isi utama

Berita

Makna Penjor Galungan bagi Bawaslu Jembrana: Tegak Lurus Mengawal Demokrasi

Foto

Staf Bawaslu Jembrana

Jembrana - Jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Jembrana melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan penjor di halaman kantor setempat pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan gotong royong ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2026.

Sejak pagi, seluruh staf bahu-membahu menyiapkan alat dan bahan, mulai dari merangkai janur (ngringgit) hingga menghias bambu. Aktivitas ini menjadi wujud nyata dari program Bawaslu RI, yaitu "Jumat Sehati", yang menekankan keseimbangan jasmani dan rohani bagi pengawas pemilu agar tetap prima dalam menjalankan tugas.

Aktivitas ini juga syarat akan makna kelembagaan melalui dua filosofi Utama. Simbol Kemenangan Dharma: Penjor sebagai lambang kemenangan kebaikan melawan keburukan, sejalan dengan komitmen Bawaslu Jembrana untuk menegakkan keadilan dan mengawal pemilu yang jujur serta demokratis.

Bambu yang Melengkung: Mencerminkan sifat mengayomi dan rendah hati. Hal ini menjadi pengingat bagi jajaran Bawaslu untuk tetap netral, tidak memihak, dan integritasnya tidak mudah goyah.
Melalui momentum hari raya ini, Bawaslu Jembrana menegaskan komitmennya untuk tetap profesional dan tegak lurus pada regulasi demi terciptanya demokrasi yang sehat.

Humas Bawaslu Jembrana