Lompat ke isi utama

Berita

Etika Jadi Fondasi Kelembagaan, Bawaslu Jembrana Ikuti Bedah Buku Prof. Jimly

Foto

Etika Jadi Fondasi Kelembagaan, Bawaslu Jembrana Ikuti Bedah Buku Prof. Jimly
 

Badung - Bawaslu Kabupaten Jembrana mengikuti Rapat Penguatan Etika Kelembagaan sekaligus bedah buku Etika yang Melembaga: 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie – Warisan Gagasan dan Penguatan DKPP, Kamis (20/8/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Badung dan diikuti Ketua serta Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai etika dalam penyelenggaraan pemilu sekaligus mendorong kelembagaan pengawas pemilu agar terus menjalankan tugas berdasarkan prinsip integritas, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Ketua DKPP Heddy Lugito hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Sementara pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna.

Selain sesi penguatan etika kelembagaan, kegiatan juga diisi dengan bedah buku yang membahas gagasan dan perjalanan pemikiran Prof. Jimly Asshiddiqie serta kontribusinya terhadap penguatan etika penyelenggara pemilu. Pembahasan dilakukan secara panel oleh tiga narasumber, yakni Anggota Bawaslu Provinsi Bali Gede Sutrawan, Anggota KPU Provinsi Bali Anak Agung Gede Nakula Raka, dan Ketua KIPP Bali Ngakan Made Giriyasa.

Melalui kegiatan ini, jajaran Bawaslu Jembrana bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali memperoleh ruang untuk merefleksikan pentingnya etika sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas kelembagaan. Etika tidak hanya menjadi pedoman dalam bersikap, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu.

 

Humas Bawaslu Jembrana