Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi Interaktif P2P 2026 di Bawaslu Jembrana, Peserta Aktif Sampaikan Gagasan Pengawasan Pemilu

Foto

Depan Jajaran Bawaslu Jembrana dan Anggota Bawaslu Bali

Jembrana - Senin, 8 Juni 2026, Bawaslu Kabupaten Jembrana menyelenggarakan kegiatan Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 bertempat di Kantor Bawaslu Jembrana. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan akhir dari rangkaian pembelajaran P2P yang telah dimulai sejak 12 Mei 2026 melalui kick off, pembelajaran audio visual, modul, hingga pengisian catatan kritis oleh peserta.

Peserta P2P tahun 2026 berasal dari berbagai unsur pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Jembrana, di antaranya STT Ghania Santa Kumara, SMA Negeri 3 Negara, SMK Marsudirini, Yowana Dharma Kerti Jembrana, PERADAH Jembrana, SMA Negeri 2 Negara, SMA Negeri 1 Negara, STT Yowana Dharma Kerti, MAN 1 Jembrana, Universitas Triatma Mulya (UNTRIM) Jembrana, serta MA Hidayatullah Jembrana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader P2P diharapkan mampu menjadi role model pengawas partisipatif di lingkungan masing-masing, terutama dalam memperkuat kesadaran pengawasan pemilu yang jujur dan berintegritas.

Pada sesi diskusi, seluruh komisioner Bawaslu Jembrana hadir sebagai narasumber yang didampingi fasilitator. Fokus utama diskusi adalah pembahasan catatan kritis peserta terhadap materi pembelajaran yang telah diterima sebelumnya. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan tingginya partisipasi peserta melalui pertanyaan dan tanggapan dalam setiap sesi.

Selain diskusi utama, kegiatan juga diisi dengan sesi bina suasana untuk menjaga semangat dan menghindari kejenuhan peserta. Seluruh rangkaian berlangsung dengan suasana aktif, ceria, dan kondusif.

Sebagai bentuk apresiasi, di akhir kegiatan diumumkan peserta terbaik yang dinilai aktif dalam diskusi. Penghargaan dan hadiah diberikan sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan partisipasi dalam pengawasan pemilu yang lebih inklusif dan partisipatif.

Bawaslu Jembrana menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan upaya berkelanjutan dalam memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat daerah.

Humas Bawaslu Jembrana