Bawaslu Bali Jadi Pionir Tuntaskan Evaluasi P2P 2026. Jembrana Raih Peringkat Terbaik
|
DENPASAR – Bawaslu Provinsi Bali bergerak cepat menjadi salah satu pionir nasional yang menuntaskan seluruh rangkaian sekaligus evaluasi Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Forum ini digelar untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu yang inklusif ke depan.
Ketua Bawaslu Bali, Tirta Suguna, mengapresiasi kelancaran program yang telah sukses merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemilih pemula hingga kelompok disabilitas. Kendati berjalan sukses, Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menegaskan bahwa pihaknya tetap menampung berbagai masukan dari akar rumput—seperti dari mahasiswa Universitas Udayana dan organisasi Bali Sruti, terkait efektivitas durasi kegiatan dan ruang diskusi yang perlu diperluas.
Sebagai rencana tindak lanjut, Bawaslu Bali akan menggelar program peningkatan kapasitas fasilitator pada Juli mendatang serta menginstruksikan aktivasi komunitas alumni P2P di tiap wilayah.
Di akhir forum, Bawaslu Bali memberikan penghargaan khusus atas performa pelaksanaan program di tingkat daerah. Berdasarkan penilaian objektif dan komprehensif, Bawaslu Kabupaten Jembrana resmi dinobatkan sebagai peraih peringkat pertama dengan predikat terbaik dalam menyelenggarakan Program P2P Tahun 2026.
Humas Bawaslu Jembrana